RSS

Menemukan Konsep Luas Trapesium dengan Pendekatan Persegi Panjang dan Segitiga

25 Nov

Oleh:

Nikmatul Husna (nikmatulhusna13@gmail.com)

Sri Rejeki (srirejeki345@rocketmail.com)

Bangun datar merupakan salah satu materi geometri yang dipelajari di Sekolah Dasar. Secara terstruktur siswa mempelajari jenis-jenis, sifat-sifat, keliling dan luas bangun datar mulai dari yang paling sederhana dilanjutkan dengan yang lebih kompleks. Di kelas V SD siswa mempelajari trapesium dan layang-layang. Pada observasi kali ini hanya akan membahas tentang trapesium, khususnya bagaimana menemukan dan menghitung luas trapesium.

Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari banyak terdapat benda-benda yang berbentuk trapesium, diantaranya atap rumah, meja, tas, kursi, rak buku dan sebagainya. Benda-benda ini bisa menjadi titik awal pada pembelajaran trapesium sehingga pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Freudenthal  tentang didactical phenomenolgy. Didaktikal fenomenologis adalah menggunakan analisis dari kejadian di dunia nyata sebagai sumber dari matematika. Hal yang penting dalam didaktikal fenomenologis adalah fenomena-fenomena nyata yang terjadi dapat memberikan kontribusi dalam matematika, bagaimana siswa dapat menghubungkan fenomena-fenomena tersebut dan bagaimana konsep-konsep muncul kepada siswa. (Freudenthal,2002:12)

Pada kenyataannya, sebagian besar pembelajaran khususnya pada materi luas trapesium, diawali dengan memberikan rumus kepada siswa, dilanjutkan dengan memberikan beberapa contoh soal dan memberikan soal-soal latihan yang mirip dengan contoh-contoh yang telah diberikan. Pembelajaran seperti ini dikatakan sebagai pembelajaran dengan pendekatan mekanistik. Kelemahan pembelajaran dengan pendekatan tersebut adalah, pembelajaran hanya menekankan pada hafalan. Siswa kurang dilatih untuk berpikir kritis sehingga mereka akan mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada soal-soal yang kompleks dan bervariasi.

Berdasarkan uraian di atas, siswa membutuhkan pengalaman belajar yang dapat membuat mereka memahami bagaimana menemukan dan menghitung luas trapesium bukan hanya menghafalkan rumus trapesium. Oleh karena itu, observer bersama dengan guru kelas mendesain pembelajaran luas trapesium dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yang diawali dengan konteks meja yang permukaannya berbentuk trapesium  dengan pendekatan luas persegi panjang dan segitiga yang sudah dipelajari siswa di kelas IV.

Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan pada hari Rabu, 21 November 2012, di kelas VB Sekolah Dasar Negeri 98 Palembang. Siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran ini berjumlah 32. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan secara bekerja sama dengan guru matematika kelas V yaitu Bapak Alamsyah, S.Pd.

Paper ini adalah laporan hasil observasi kelima pada mata kuliah Classroom Observation, untuk versi lengkapnya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris dapat didownload pada link di bawah ini:

Bahasa Indonesia

English

Powerpoint presentation dari laporan hasil observasi ini dapat didownload pada link tampilan powerpoint presentation berikut ini.

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on November 25, 2012 in Research

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: