RSS

Pra Observasi di Kelas III dan Kelas VI SD Negeri 98 Palembang

18 Nov

Oleh:

Nikmatul Husna (nikmatulhusna13@gmail.com)

Sri Rejeki (srirejeki345@rocketmail.com)

Proses belajar mengajar adalah serangkaian kegiatan antara guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran akan dapat tercapai dengan baik apabila guru mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan berkesan bagi siswa. Namun pada kenyataannya masih banyak guru yang menggunakan pendekatan mekanistik. Pendekatan pembelajaran ini menekankan pada latihan yang berulang-ulang atau hafalan. Hal ini juga terdapat pada mata pelajaran matematika. Matematika dianggap sebagai suatu sistem algoritma dan aturan-aturan. Pembelajaran matematika dilakukan dengan memberikan rumus-rumus, contoh-contoh dilanjutkan dengan latihan-latihan yang sejenis dengan contoh yang sudah pernah diberikan. (Widjaja & Heck, 2003 ,Wubbels, Korthagen & Broekman, 1997). Hal tersebut bukanlah pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Oleh karena itu dikembangkanlah berbagai macam pendekatan, salah satunya adalah Realistic Mathematics Education (RME).

Realistic Mathematics Education (RME)  adalah suatu pendekatan yang dikembangkan di Universitas Utrecht di Belanda berdasarkan pemikiran Freudenthal (1977) bahwa matematika harus dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, dekat dengan anak-anak dan relevan dengan kehidupan sosial. Dengan kata lain, mengaitkan matematika dengan kehidupan sehari-hari siswa sangat penting untuk menanamkan konsep matematika. Berbeda dengan pendekatan mekanistik, pendekatan ini melibatkan matematisasi horizontal dan matematisasi vertical. Matematisasi horizontal adalah suatu proses di mana siswa menterjemahkan masalah di dunia nyata ke sistem matematika sedangkan matematisasi vertikal fokus pada pengorganisasian dalam sistem matematika seperti menemukan jalan pintas, menggeneralisasikan metode dan membuat hubungan dan strategi.

Classroom Observation adalah salah satu mata kuliah yang dipelajari oleh mahasiswa International Master Program on Mathematics Education (IMPoME). Pada mata kuliah ini mahasiswa mendesain kegiatan belajar mengajar menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education termasuk rencana pelaksanaan pembelajaran, materi pembelajaran, lembar kerja siswa dan media pembelajaran berdasarkan kurikulum dan silabus bersama dengan guru kelas. Selain itu, mahasiswa mengobservasi aktivitas belajar mengajar yang dilaksanakan berdasarkan desain yang sudah dibuat sebelumnya.

Dalam aktivitas observasi ini, mahasiswa harus mengamati situasi di kelas. Karena itulah pra observasi dan diskusi mendalam dengan guru kelas sangat diperlukan sebagai langkah awal untuk membuat desain pembelajaran untuk materi yang akan diajarkan di kelas pada pertemuan berikutnya. Selama observasi berlangsung, mahasiswa dapat belajar bagaimana guru mengorganisasi proses belajar mengajar dan bagaimana sikap siswa dalam pembelajaran matematika di kelas. Diskusi dengan guru sangat penting untuk menentukan materi yang akan digunakan untuk classroom observation, media apa yang akan digunakan dan aktivitas apa saja yang akan dilakukan selama proses belajar mengajar.

Cerita lengkap dalam Bahasa Indonesia dan English dapat didownload di link di bawah ini:

Bahasa Indonesia

English

 
Leave a comment

Posted by on November 18, 2012 in Research

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: