RSS

Menemukan Luas Layang-layang Melalui Konteks Permainan Layang-layang

02 Dec

Oleh:

Nikmatul Husna (nikmatulhusna13@gmail.com)

Sri Rejeki (srirejeki345@rocketmail.com)

DSC04632Geometri adalah salah satu materi yang dipelajari dalam matematika. Banyak permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan konsep geometri, misalnya permainan anak-anak yaitu layang-layang. Dalam pembuatan layang-layang, kita harus memperkirakan berapakah bambu, benang dan kertas yang digunakan. Hal ini akan berkaitan dengan sifat-sifat, keliling dan luas layang-layang.

Materi layang-layang dipelajari siswa di kelas V SD pada semester satu. Siswa akan mempelajari mengenai sifat-sifat, keliling dan luas layang-layang. Dalam mempelajari materi ini, kita dapat mengaitkannya dengan permainan layang-layang yang sering dimainkan oleh siswa. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Freudenthal tentang didactical phenomenolgy. Didaktikal fenomenologis adalah menggunakan analisis dari kejadian di dunia nyata sebagai sumber dari matematika. Hal yang penting dalam didaktikal fenomenologis adalah fenomena-fenomena nyata yang terjadi dapat memberikan kontribusi dalam matematika, bagaimana siswa dapat menghubungkan fenomena-fenomena tersebut dan bagaimana konsep-konsep muncul kepada siswa. (Freudenthal,2002:12)

Pada kenyatannya sebagian besar pembelajaran khususnya pada materi luas layang-layang, diawali dengan memberikan rumus secara langsung kepada siswa, dilanjutkan dengan memberikan beberapa contoh soal dan memberikan soal-soal latihan yang mirip dengan contoh-contoh yang telah diberikan. Pembelajaran ini bukanlah pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Siswa hanya cenderung mengingat informasi yang diberikan guru tanpa diberikan kesempatan untuk mengembangkan pola pikirnya untuk menemukan konsep-konsep tersebut. Siswa kurang dilatih untuk berpikir kritis sehingga mereka akan mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada soal-soal yang kompleks dan bervariasi.

Berdasarkan uraian di atas, siswa membutuhkan pengalaman belajar yang dapat membuat mereka memahami bagaimana menemukan dan menghitung luas layang-layang bukan hanya menghafalkan rumus layang-layang. Oleh karena itu, observer bersama dengan guru kelas mendesain pembelajaran luas layang-layang dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yang diawali dengan konteks permainan layang-layang. Dalam menemukan rumus luas layang-layang, menggunakan pendekatan luas persegi panjang dan segitiga yang sudah dipelajari siswa di kelas IV.

Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan pada hari Rabu, 28 November 2012, di kelas VB Sekolah Dasar Negeri 98 Palembang. Siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran ini berjumlah 32. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan secara bekerja sama dengan guru matematika kelas V yaitu Bapak Alamsyah, S.Pd.

Paper ini adalah laporan hasil observasi keenam pada mata kuliah Classroom Observation, untuk versi lengkapnya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris dapat didownload pada link di bawah ini:

Bahasa Indonesia

English

 
Leave a comment

Posted by on December 2, 2012 in Research

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: